2.1 Definisi Pelestarian
Pelestarian dalam Kamus Bahasa Indonesia berasal dari kata lestari, yang artinya adalah tetap selama - lamanya tidak berubah. Kemudian dalam penggunaan bahasa Indonesia, penggunaan awalan pe- dan akhiran -an artinya digunakan untuk menggambarkan sebuah proses atau upaya (kata kerja). (Endarmoko,2006)
Berdasarkan definisi di atas dapat disimpulkan, bahwa kegiatan pelestarian dan kelestarian adalah upaya untuk membuat sesuatu tetap selama - lamanya tidak berubah yang dilakukan secara terus menerus, terarah dan terpadu, guna mewujudkan tujuan tertentu di aspek stabilisasi manusia, serta kegiatan pencerminan dinamika seseorang.
2.2 Tujuan Pelestarian
Tujuan dari kegiatan pelestarian menurut Martoatmodjo adalah sebagai berikut:
a) Menyelamatkan nilai informasi dokumen
b)Menyelamatkan fisik dokumen
c)Mengatasi kendala kekurangan ruang
d)Mempercepat perolehan informasi
(Martoatmodjo,1993:5)
Kegiatan preservasi dan konservasi yang dilakukan di Setu Babakan meliputi pengelolaan kawasan, dimana fokus usaha yang dilakukan meliputi penataan baik dari pengelolaan pengunjung, penataan bangunan hingga infrastruktur di dalamnya. Di kawasan Setu Babakan ini memiliki luas area yang sangat besar,sehingga untuk lebih memudahkan area pengamatan dibagi menjadi 3 zona, yaitu zona 1 untuk kawasan di sebelah utara, zona 2 dikawasan selatan serta zona 3 yang saat ini sedang dilakukan pembangunan. (Diana Susilowati, Upaya Pelestarian Perkampungan Budaya Betawi Di Setu Babakan Sebagai Kawasan Wisata Budaya)
Gambar 2.1 Pembagian Zoning di Kawasan Setu Babakan
(Sumber : Diana Susilowati, Upaya Pelestarian Perkampungan Budaya Betawi Di Setu Babakan Sebagai Kawasan Wisata Budaya)
Untuk kawasan sebelah utara, banyak kegiatan perdagangan maupun keagamaan yang dapat dilihat. Karena pada bagian utara ini terdapat plaza serta bangunan-bangunan khas betawi. Fasilitas yang disediakan kebanyakan belum tertata dengan baik, terutama dari segi bangunannya. Ada beberapa warung yang sudah menerapkan ornamen-ornamen betawi akan tetapi masih banyak juga yang seadanya saja. Dibagian Selatan, kegiatan yang berlangsung kebanyakan merupakan perdagangan dan jasa. Banyaknya warung-warung kecil membuat animo masyarakat untuk datang dan menikmati Setu Babakan sangat besar. Hal tersebut dapat dilihat dari banyaknya warung jualan disepanjang kawasan ini.bila dari segi ekonomi dapat meningkatkan pendapatan penduduk asli dan pendatang, sisi negatifnya adalah kurangnya lahan untuk parkir motor. Sebagian besar pengunjung mengambil badan jalan untuk tempat parkir kendaraan mereka. (Diana Susilowati, Upaya Pelestarian Perkampungan Budaya Betawi Di Setu Babakan Sebagai Kawasan Wisata Budaya)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar